CANTIK identik dengan sosok wanita berkulit putih, tubuh semampai, dan rambut lurus terurai. Bagi Dinda Kanya Dewi, rambut terawat punya poin lebih penting untuk penampilan.
“Wanita cantik itu kan orang selalu mengartikannya dengan rambut lurus, panjang, dan hitam sedangkan gue kan emang agak-agak tomboi. Tapi dengan rambut yang agak panjang terus dirawat dengan treatment dari L'Oreal, sekarang jadi lebih ke wanita (feminin) sedikit," tutur Dinda usai launching Glossy Straight an Inovation in Hair Beauty from L'Oreal Professionnel di Fountain Grand Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.
Tampilan tomboi Dinda cukup dengan memakai topi dengan rambut digulung ke atas.
"Gue biasanya cuek banget masalah rambut. Paling pakai topi dan rambut pun gue gulung. Dan kalau pun cari perawatan rambut yang singkat saja waktunya," lanjutnya.
Kini, Dinda sudah tahu karakteristik rambutnya yang kering. Karena itu, ia lebih memahami cara merawatnya. Apalagi jika harus di-roll dan dikeriting setiap hari sehingga rambutnya lebih mudah rusak akibat paparan panas dari alat pengeriting.
"Perawatannya paling kalau keramas tiga kali per hari. Pakai vitamin rambut dan serum untuk rambut. Jarang creambath karena banyak makan waktu,” ujar salah seorang pemeran sinetron "Cinta Fitri" ini.
Dinda mengaku bukan wanita yang hobi ke salon dan berlama-lama melakoni perawatan di salon.
“Gue pada dasarnya enggak terlalu suka ikutin aktivitas yang hanya diam saja. Gue enggak suka lama-lama disalon karena sangat membosankan," tandasnya.
Tapi, Dinda tak takut menerima tantangan jika rambutnya harus tampil mengikuti permintaan film atau sinetron.
"Kalau untuk perubahan rambut demi pekerjaan sih enggak takut. Entah itu kalau gue dapat tawaran film harus dipotong atau diwarnain, itu enggak masalah. Bahkan waktu itu sempat diwarnain merah menyala," tukasnya.